Tugas Sistem Informasi Manajement (SIM)
Nama : Elwin Ristiyono
NIM : P2CC07028
Angkatan : 21
Dosen : Ali Rohkman
E-learning BNI
Latar Belakang
E-Learning atau electronic learning kini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang.“E-learning is the next major killer application.” demikian beberapa tahun silam prediksi tersebut dikemukakan John Chambers, CEO Cisco Systems, prediksi itu tidak jauh meleset. Seiring perkembangan Internet, penggunaan sistem e-learning pun tumbuh luar biasa. Internet telah digunakan sebagai tool untuk melakukan pembelajaran. Pakar e-learning dunia Marc J. Rosenberg mendefinisikan e-learning sebagai penggunaan teknologi Internet untuk menyampaikan berbagai macam solusi guna meningkatkan pengetahuan dan kinerja. E-learning mengacu pada kegiatan pembelajaran atau transfer informasi dan skill dengan menggunakan media Internet.
Bertambah suburnya minat masyarakat dalam hal ini banyak digunakan oleh perusahaan terhadap e-learning memang dipicu beragam manfaat yang bisa diperoleh dibanding praktik pembelajaran konvensional, dengan tujuannya untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Penerapan e-learning telah memberi banyak manfaat antara lain, seluruh karyawan mendapat kesempatan yang sama untuk membangun sikap proaktif dalam pengembangan kompetensi diri, dan tak kalah pentingnya dapat tercipta efisiensi waktu dan biaya secara signifikan.
Sebagai bank yang memiliki jumlah karyawan sangat besar, yakni 18.500 orang, BNI menyadari betapa pentingnya menerapkan sistem e-learning untuk mengoptimalkan usaha-usaha meningkatkan kualitas SDM. Jumlah karyawan sebanyak itu, kalau menggunakan sistem pembelajaran konvensional berapa kelas yang harus disediakan, belum infrastrukturnya.
BNI tertarik sistem e-learning sejak 2004 lalu, setelah kurang-lebih selama setahun menyusun blue print dan project road map-nya, baru pada bulan November 2006, BNI pun secara resmi mulai menggunakan/menngoperasikan sistem e-learning, yang disebut Program e-Learning BNI, yang diresmikan oleh Dirut BNI pada waktu itu Sigit Pramono di Akademi Kredit BNI Jakarta.
Tinjauan pustaka
Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi, yang dalam perkembangannya komputer yang paling populer dipakai sebagai alat bantu pembelajaran secara electronic, karena itu dikenal dengan istilah:
• computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan
• computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer.
Saat ini teknologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
• Technology based learning, dan
• Technology based web-learning.
Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari Audio Information Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone) dan Video Information Technologies (misalnya: video tape, video text, video messaging). Sedangkan technology based web-learning pada dasarnya adalah Data Information Technologies (misalnya: bulletin board, Internet, e-mail, tele-collaboration). Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, yang sering dijumpai adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data, audio/video)
Pada dasarnya cara penyampaian atau cara pemberian (delivery system) dari e-learning, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
• One way communication (komunikasi satu arah); dan
• Two way communication (komunikasi dua arah).
Karakteristik e-learning ini antara lain adalah Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler; memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks); menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer
ehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya; dan memanfaatkan jadual pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer;
E-learning BNI merupakan proses pembelajaran mandiri (learner centric) dengan menggunakan electronik sebagai medianya (technology based web learning), dengan tujuan meningkatkan efektivitas, fleksibilitas dan skalabilitas fungsi pelatihan di BNI. Aplikasi yang digunakan untuk melakukan pembelajaran secara e-learning adalah Learning Management System (LMS), yang merupakan salah satu modul Human Capital Management System (HCMS). Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh SDM dan karyawan kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya
Tujuan program e-learning BNI adalah untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia secara signifikan melalui pelatihan yang optimal.
Manfaat yang ingin dicapai :
§ Tidak ada pembatasan jumlah peserta dalam mengakses modul-modul yang tersedia,
§ Menghemat biaya pelatihan/individu,
§ Meningkatkan ragam pembelajaran bagi pegawai setiap individu sesuai dengan kebutuhan,
§ Penyajian materi tepat waktu,
§ Kemajuan meningkatkan kompetensi yang dapat dipantau secara transparan
§ Membantu atasan dalam proses coaching yang lebih baik
Untuk mengembangkan sistem e-learning diperlukan biaya yang mahal yang terutama digunakan untuk pengembangan konten (courseware), yang mencakup 69 kursus, terdiri dari 269 modul, dengan total waktu pelatihan 167 jam. Sementara LMS yang digunakan merupakan salah satu modul yang ada di aplikasi SDM dari Oracle e-Business Suite versi 11, yang dinamakan Human Capital Management System (HCMS).
Human Capital Management System (HCMS) merupakan aplikasi pendukung dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia. Oracle merupakan aplikasi yang dipilih dalam mengembangkan HCMS di BNI. Modul-modul yang dibangun dalam HCMS banyak, al. : Payroll, personalia, performance management, learning management system, recruitment, competency, career path management, employee self service, dan HR Intelegence.
Output yang dihasilkan oleh sistem informasi
Hingga Oktober 2007, dari total pegawai BNI yang sebanyak 18.431 orang, tercatat 16.733 orang telah menggunakan Program e-Learning BNI. Pengguna terbanyak dari Sentra Kredit Cabang sebanyak 1.036 learner (dari total 1.193 pegawai); sedangkan persentase terbanyak dicapai oleh Divisi Bisnis Kartu, yang telah melatih 391 learner atau mencapai 98,24% dari total pegawainya yang sebanyak 398 orang.
Melalui penerapan e-learning, pihak BNI bisa menikmati penghematan yang signifikan. Penghematan biaya pelatihan dengan menggunakan e-learning dibanding pelatihan tradisional, minimum meliputi tiga komponen biaya, yakni biaya transportasi, uang saku peserta, dan konsumsi. Data per 31 Juli 2007, dari 24 course dan 6 test/survei online, penghematan dari tiga komponen biaya itu senilai Rp 64 miliar lebih. “Penerapan e-learning ini bisa menghemat biaya pelatihan per individu, di samping adanya berbagai manfaat lainnya,”
Kualitas Informasi yang dihasilkan
Informasi yang disampaikan ke seluruh karyawan menjadi cukup up to date, dimana dengan sarana e-learning modul pembelajaran dapat diakses langsung oleh seluruh pegawai kapanpun. Dengan e-learning setiap pegawai dimungkinkan untuk belajar sendiri dan disesuaikan dengan waktu yang dimiliki karyawan.
Hambatan dalam penerapan
Penerapan e-learning juga mengalami kendala, yaitu masalah budaya belajar yang masih rendah. Oleh karena itu, disarankan agar konten e-learning dibuat sedemikan rupa sehingga mendorong pembelajar bisa aktif sendiri. “Ke depan, perlu didorong industri pengembangan konten untuk membuat materi belajar yang canggih, sehingga bisa membentuk budaya belajar mandiri. Di sisi lain, perusahaan sebaiknya menggalakkan pemanfaatan e-learning sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas SDM-nya.
Selain itu waktu belajar yang sangat terbatas dan dilakukan setelah jam kerja membuat pada jam-jam tersebut penguna e-learning terkonsentrasi dan loading yang lama karena banyak yang akses pada saat bersamaan. Kondisi tersebut semakin menurunkan minat belajar karyawan menngunakan e-learning.
Blog : www//elris.wordpress.com