Agustus 1, 2008 oleh elris

Tugas Sistem Informasi Manajement (SIM)

Nama              : Elwin Ristiyono

NIM                : P2CC07028

Angkatan        : 21

Dosen             : Ali Rohkman

 

E-learning BNI

Latar Belakang

E-Learning atau electronic learning kini semakin dikenal sebagai salah satu cara untuk mengatasi masalah pendidikan, baik di negara-negara maju maupun di negara yang sedang berkembang.E-learning is the next major killer application.” demikian beberapa tahun silam prediksi tersebut dikemukakan John Chambers, CEO Cisco Systems, prediksi itu tidak jauh meleset. Seiring perkembangan Internet, penggunaan sistem e-learning pun tumbuh luar biasa. Internet telah digunakan sebagai tool untuk melakukan pembelajaran. Pakar e-learning dunia Marc J. Rosenberg mendefinisikan e-learning sebagai penggunaan teknologi Internet untuk menyampaikan berbagai macam solusi guna meningkatkan pengetahuan dan kinerja. E-learning mengacu pada kegiatan pembelajaran atau transfer informasi dan skill dengan menggunakan media Internet.

Bertambah suburnya minat masyarakat dalam hal ini banyak digunakan oleh  perusahaan terhadap e-learning memang dipicu beragam manfaat yang bisa diperoleh dibanding praktik pembelajaran konvensional, dengan tujuannya untuk meningkatkan kompetensi karyawan. Penerapan e-learning telah memberi banyak manfaat antara lain, seluruh karyawan mendapat kesempatan yang sama untuk membangun sikap proaktif dalam pengembangan kompetensi diri, dan tak kalah pentingnya dapat tercipta efisiensi waktu dan biaya secara signifikan.

Sebagai bank yang memiliki jumlah karyawan sangat besar, yakni 18.500 orang, BNI menyadari betapa pentingnya menerapkan sistem e-learning untuk mengoptimalkan usaha-usaha meningkatkan kualitas SDM. Jumlah karyawan sebanyak itu, kalau menggunakan sistem pembelajaran konvensional berapa kelas yang harus disediakan, belum infrastrukturnya.

BNI tertarik sistem e-learning sejak 2004 lalu, setelah kurang-lebih selama setahun menyusun blue print dan project road map-nya, baru pada bulan November 2006, BNI pun secara resmi mulai menggunakan/menngoperasikan sistem e-learning, yang disebut Program e-Learning BNI, yang diresmikan oleh Dirut BNI pada waktu itu  Sigit Pramono di Akademi Kredit BNI Jakarta.

 

Tinjauan pustaka

Dalam prakteknya e-learning memerlukan bantuan teknologi, yang dalam perkembangannya komputer yang paling populer dipakai sebagai alat bantu pembelajaran secara electronic, karena itu dikenal dengan istilah:

• computer based learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya menggunakan komputer; dan

• computer assisted learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan alat bantu utama komputer.

Saat ini teknologi pembelajaran terus berkembang. Namun pada prinsipnya teknologi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

• Technology based learning, dan

• Technology based web-learning.

Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari Audio Information Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone) dan Video Information Technologies (misalnya: video tape, video text, video messaging). Sedangkan technology based web-learning pada dasarnya adalah Data Information Technologies (misalnya: bulletin board, Internet, e-mail, tele-collaboration). Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, yang sering dijumpai adalah kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data, audio/video)

Pada dasarnya cara penyampaian atau cara pemberian (delivery system) dari e-learning, dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:

• One way communication (komunikasi satu arah); dan

• Two way communication (komunikasi dua arah).

Karakteristik e-learning ini antara lain adalah Memanfaatkan jasa teknologi elektronik; di mana guru dan siswa, siswa dan sesama siswa atau guru dan sesama guru dapat berkomunikasi dengan relatif mudah dengan tanpa dibatasi oleh hal-hal yang protokoler; memanfaatkan keunggulan komputer (digital media dan computer networks);  menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer

ehingga dapat diakses oleh guru dan siswa kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya; dan memanfaatkan jadual pembelajaran, kurikulum, hasil kemajuan belajar dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi pendidikan dapat dilihat setiap saat di komputer;

E-learning BNI merupakan proses pembelajaran mandiri (learner centric) dengan menggunakan electronik sebagai medianya (technology based web learning), dengan tujuan meningkatkan efektivitas, fleksibilitas dan skalabilitas fungsi pelatihan di BNI. Aplikasi yang digunakan untuk melakukan pembelajaran secara e-learning adalah Learning Management System (LMS), yang merupakan salah satu modul Human Capital Management System (HCMS). Menggunakan bahan ajar bersifat mandiri (self learning materials) disimpan di komputer, sehingga dapat diakses oleh SDM dan karyawan kapan saja dan di mana saja bila yang bersangkutan memerlukannya

Tujuan program e-learning BNI adalah untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia secara signifikan melalui pelatihan yang optimal.

Manfaat yang ingin dicapai :

§               Tidak ada pembatasan jumlah peserta dalam mengakses modul-modul yang tersedia,

§               Menghemat biaya pelatihan/individu,

§               Meningkatkan ragam pembelajaran bagi pegawai setiap individu sesuai dengan kebutuhan,

§               Penyajian materi tepat waktu,

§               Kemajuan meningkatkan kompetensi yang dapat dipantau secara transparan

§               Membantu atasan dalam proses coaching yang lebih baik

Untuk mengembangkan sistem e-learning diperlukan biaya yang mahal yang terutama digunakan untuk pengembangan konten (courseware), yang mencakup 69 kursus, terdiri dari 269 modul, dengan total waktu pelatihan 167 jam. Sementara LMS yang digunakan merupakan salah satu modul yang ada di aplikasi SDM dari Oracle e-Business Suite versi 11, yang dinamakan Human Capital Management System (HCMS).

Human Capital Management System (HCMS) merupakan aplikasi pendukung dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia. Oracle merupakan aplikasi yang dipilih dalam mengembangkan HCMS di BNI. Modul-modul yang dibangun dalam HCMS banyak, al. : Payroll, personalia, performance management, learning management system, recruitment, competency, career path management, employee self service, dan HR Intelegence.

 

Output yang dihasilkan oleh sistem informasi

Hingga Oktober 2007, dari total pegawai BNI yang sebanyak 18.431 orang, tercatat 16.733 orang telah menggunakan Program e-Learning BNI. Pengguna terbanyak dari Sentra Kredit Cabang sebanyak 1.036 learner (dari total 1.193 pegawai); sedangkan persentase terbanyak dicapai oleh Divisi Bisnis Kartu, yang telah melatih 391 learner atau mencapai 98,24% dari total pegawainya yang sebanyak 398 orang.

Melalui penerapan e-learning, pihak BNI bisa menikmati penghematan yang signifikan. Penghematan biaya pelatihan dengan menggunakan e-learning dibanding pelatihan tradisional, minimum meliputi tiga komponen biaya, yakni biaya transportasi, uang saku peserta, dan konsumsi. Data per 31 Juli 2007, dari 24 course dan 6 test/survei online, penghematan dari tiga komponen biaya itu senilai Rp 64 miliar lebih. “Penerapan e-learning ini bisa menghemat biaya pelatihan per individu, di samping adanya berbagai manfaat lainnya,”

 

Kualitas Informasi yang dihasilkan

Informasi yang disampaikan ke seluruh karyawan menjadi cukup up to date, dimana dengan sarana e-learning modul pembelajaran dapat diakses langsung oleh seluruh pegawai kapanpun. Dengan e-learning setiap pegawai dimungkinkan untuk belajar sendiri dan disesuaikan dengan waktu yang dimiliki karyawan.

 

Hambatan dalam penerapan

Penerapan e-learning juga mengalami kendala, yaitu masalah budaya belajar yang masih rendah. Oleh karena itu, disarankan agar konten e-learning dibuat sedemikan rupa sehingga mendorong pembelajar bisa aktif sendiri. “Ke depan, perlu didorong industri pengembangan konten untuk membuat materi belajar yang canggih, sehingga bisa membentuk budaya belajar mandiri. Di sisi lain, perusahaan sebaiknya menggalakkan pemanfaatan e-learning sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas SDM-nya.

Selain itu waktu belajar yang sangat terbatas dan dilakukan setelah jam kerja membuat pada jam-jam tersebut penguna e-learning terkonsentrasi dan loading yang lama karena banyak yang akses pada saat bersamaan. Kondisi tersebut semakin menurunkan minat belajar karyawan menngunakan e-learning.

 

Blog : www//elris.wordpress.com

KOMPUTER BELAJAR MENDENGARKAN

Juli 12, 2008 oleh elris

Nama   : Elwin Ristiyono     (P2CC07028)

              Risa Yulia              (P2CC07030)

              Wendly Oktoberta (P2CC07027)

Dosen  : Dr. Ali Rochman

 

Article Review

KOMPUTER BELAJAR MENDENGARKAN

 

WS Osborne, general manager sistem Speech and pen IBM mengatakan bahwa semakin hari komputer akan menjadi lebih kecil dan praktis. “Bagaimana anda akan menghadapi perkembangan alat-alat tersebut? Anda tidak mungkin membawa keyboard kemana-mana” Dengan pernyataan ini ia memperjelas tentang adanya pengembangan pengenalan suara di komputer.

Perkembangan teknologi ini muncul dengan sangat cepat. Sistem pengenalan suara sekarang dapat merespon dengan akurat lebih dari 90 persen. IBM telah mengembangkan sebuah sistem yang telah mengenali lebih dari 250.000 nama, dan secara teori dapat mengenali dua kali lebih banyak dari 250.000. Lebih dari itu sistem ini menjadi lebih canggih. Sebagai contoh, dahulu sistem pengenalan suara mengharuskan pembicara untuk mengulang sebagian kalimat jika tidak dapat menguraikan sebuah kata, tetapi sistem baru akan meminta pembicara untuk mengulang hanya kata yang tidak jelas. Sistem juga akan dikembangkan untuk mengenali suara pembicara, sistem yang tingkat keakuratannya 99,9 persen jika seseorang membicarakan/menyampaikan nomor acount dan identitasnya. Maka sistem ini juga akan sangat berguna untuk tujuan keamanan. Salah satu kelebihan sistem ini adalah harganya yang relatif tidak mahal. Sebagai contoh, sebuah sistem yang dapat mengenali  2.000 sampai 3.000 nama hanya berharga $.5000 dan dapat menangani beberapa ribu panggilan telpon setiap harinya.

Salah satu masalah dalam tehnologi ini yang belum terpecahkan adalah perasaan dingin dan kurangnya personifikasi jika berbicara dengan sebuah komputer. Disamping problem ini, dan dengan beberapa penemuan telah dihasilkan, lebih banyak perusahaan yang mulai mengandalkan produk-produk pengenalan suara. Alasan utama dari pertumbuhan drastis teknologi pengenalan suara adalah dorongan untuk meningkatkan pelayanan nasabah dan melakukannya tanpa menaikkan harga. Mari kita lihat beberapa alpikasinya.

Hewlett Packard (HP) membuat tehnologi pengenalan suara karena biayanya lebih rendah dibandingkan biaya sewa tenaga kerja untuk menjawab telpon. Menurut Lyle Hurst, general manager HP’s product support, dia beralih ke piranti pengenalan suara karena ” Kita ingin menyelesaikan permasalahan nasabah dan kita ingin memecahkannya dengan cepat”. Dia mengharapkan tehnologi suara akan dapat menjawab pertanyaan yang biasanya dipertanyakan nasabah yang membeli produk low-margin seperti scanner dan printer.

Tehnologi pengenalan suara juga mempunyai peranan dalam industri sekuritas. Prudential security mulai menggunakan tehnologi ini sejak tahun 1998 untuk menjawab telpon yang masuk pada malam hari. Pada awal tahun 1999 perangkat lunak tersebut sudah menangani sekitar 15 persen dari 2000 telpon yang masuk ke Prudential setiap harinya.

United Airlines menggunakan pengenalan suara untuk menangani pertanyaan mengenai status penerbangan dari pelanggan maupun karyawannya. Penelpon dapat mengunakan nomor penerbangan, tapi jika mereka tidak mempunyainya, penelpon dapat menyampaikan kota asal dan tujuan dan waktu terbang dalam telepon, dan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan. Sistem ini mampu mengambil informasi penting dari pembicaraan si penelpon, tidak perduli seberapa banyak kata dalam kalimat pembicara atau dalam bentuk apa informasi diberikan. Amerika Airline juga menggunakan pengenalan bahasa untuk meningkatkan pelayanan kepada nasabah. Pelanggan setianya, anggota dari club penumpang Advantage Executive Platinum, merasa tidak nyaman harus menekan nomor identifikasinya yang panjang pada pesawat telpon. Sekarang mereka dapat dengan mudah menyebutkan nomornya ke telepon. Jika sistem salah dalam menerjemahkan nomor, sistem akan meminta nasabah mengulanginya. Jika masih kurang jelas, si penelpon segera akan dihubungkan dengan staf  layanan nasabah.    

 

—————————————————————————————————–——-     

Pengenalan pembicaraan dengan suara yang sudah dikenali pada PC dapat mencapai tingkat akurat 98%. Komputer dengan cepat dapat mengerti apa yang dikatakan dan dapat berbicara untuk merespon perkataan tersebut.

 

Memilih teknologi komputer dalam sebuah organisasi adalah keputusan bisnis dan seharusnya tidak diserahkan begitu saja kepada pekerja spesialis teknis. General Manager seharusnya mengerti kemampuan dari berbagai macam proses komputer, input, output dan pilihan penyimpanan, dan juga harganya. Manager seharusnya terlibat dalam perencanaan kapasitas hardware dan keputusan dalam pendistribusian, penetapan spesifikasinya atau penggunaan jaringan komputer.

 

Jawaban Pertanyaan :

Apa keuntungan bisnis dengan menggunakan tehnologi pengenalan suara ?

Sistem ini adalah harganya yang relatif tidak mahal, tehnologi pengenalan suara karena biayanya lebih rendah dibandingkan biaya sewa tenaga kerja untuk menjawab telpon.

mengenali suara pembicara, sistem yang tingkat keakuratannya 99,9 persen.

Sistem teknologi pengenalan suara dapat untuk meningkatkan pelayanan nasabah dan melakukannya tanpa menaikkan harga.

 

 

 

Hello world!

Juli 6, 2008 oleh elris

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!